Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran (4/10), Hujjatul Islam Kazem Seddiqi menyatakan, "Dialog dan politik fleksibel itu adalah fleksibilitas heroik. Adapun bahwa pasca percakapan telepon itu, Presiden Amerika Serikat menyatakan bahwa opsi militer ada di atas meja atau mengatakan bahwa perundingan adalah akibat dari berbagai sanksi, itu semua menunjukkan ketidakjujuran mereka [AS]."
Seddiqi dalam khutbah Jumatnya, menyinggung kunjungan Presiden Iran Hassan Rohani dan delegasi ke Amerika Serikat serta partisipasinya dalam sidang Majelis Umum PBB dan mengatakan, "Sidang itu memiliki poin positif dan unggul yang harus kita syukuri. Karena Presiden Republik Islam Iran di tribun internasional PBB telah menyerukan ketertindasan bangsa Iran kepada masyarakat dunia, mengecam ilegalitas serta kezaliman sanksi serta menjelaskannya dengan baik."
Pembelaan terhadap prinsip-prinsip Palestina dan juga pembahasan masalah Suriah telah disampaikan proporsional dalam pidato Hassan Rohani.
Khatib shalat Jumat menegaskan, "Islam adalah agama perdamaian dan kerukunan hidup berdampingan. Dalam ajaran agama kita disebutkan bahwa selama musuh tidak menginterferensi, semua pihak berhak untuk hidup rukun, sama seperti ketika Rasulullah menjalin kesepakatan pertahanan dengan kaum Yahudi."
Seddiqi menyinggung instruksi Amirul Mukminin kepada Malek Ashtar bahwa jika Musuh mengajakmu berdamai maka terimalah akan tetapi berhati-hatilah jangan sampai kau tertipu. "Semua poin vital telah disebutkan dalam hal ini," tutur Seddiqi.
Seraya menilai ungkapan "fleksibilitas heroik"oleh Rahbar sebagai ungkapan terbaik, Seddiqi mengatakan, "Kita adalah bangsa berbudaya dan rasional dan kita menilai semua umat manusia adalah keluarga. Kita bukan saja mendukung Palestina melainkan juga mendukung kaum tertindas non-Muslim dan kita peduli pada umat manusia. Kita menilai perang bertentangan dengan fitrah manusia."
Khatib shalat Jumat Tehran lebih lanjut menjelaskan, "Kami bukan pemantik perang akan tetapi di hadapan pemerasan dan kesewenang-wenangan kami adalah bangsa yang telah belajar dari Imam Husein as, gerakan kami adalah gerakan huseini dan pemimpin kami adalah putra Husein as."